Main Menu

Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Our school

Lomba alat peraga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan  Guru SMP PJ 2, Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya, lomba antar siswa dan lomba guru dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. Berbeda hanyalah sebuah ruang dan waktu, namun esensi dari perlombaan tetap sama, yaitu menguji kreativitas peserta lomba.

                Dalam pengadaan perlombaan cipta alat peraga, dilatarbelakangi bahwa belajar menyenangkan adalah belajar memperagakan alat peraga sebagai bagian dari proses pembelajaran. Alat peraga merupakan  alat bantu proses belajar mengajar antara guru dan siswa di sekolah. Tujuan penggunaan alat peraga yaitu  agar  siswa mudah memahami materi yang diajarkan oleh gurunya. Dalam proses ini, siswa diajak untuk berkolaborasi cara belajar baik aspek kognitif maupun ketarampilan dalam menganalisis proses kerja alat peraga yang digunakan.

                Selain siswa mampu menganalisis, namun siswa mampu  memecahkan suatu masalah dengan kemampuan higher order thingking skills (HOTS). Kemampuan HOTS merupakan salah satu cara berpikir abad 21. Lomba cipta alat peraga membuka ruang bagi para siswa untuk mampu mengeksplorasi secara luas tentang cara berpikir mereka dalam proses pengerjaan alat peraga. Dalam proses berpikir yang luas membuat para siswa semakin memahami kompleksitas kegiatan berpikir manusia. Cara berpikir yang kompleks mengacu pada bagaimana para siswa memberikan ruang sudut pandang pemikiran dari berbagai disiplin pendekatan berpikir.

                Selain menekankan cara berpikir dengan pendekatan disiplin berpikir, para siswa juga mengolah keterampilannya dengan mengaktualisasikan gagasan-gagasannya ke dalam sebuah produk siap saji. Produk yang dihasilkan merupakan suatu bentuk kerja konkret yang dihasilkan oleh para siswa SMP PJ 2 Sidoarjo. Dengan adanya cara kerja yang demikian artinya sekolah telah  mengajarkan kepada siswanya bahwa dalam proses belajar para siswa mampu menghasilkan suatu karya. Karya yang dihasilkan merupakan suatu bentuk apresiasi sekolah terhadap para siswanya.   

                Kemampuan para siswa dalam bereksplorasi mengenai alat peraga merupakan suatu kesempatan dan rasa saling percaya antara sekolah dengan para siswa. Rasa saling percaya yang diberikan sekolah kepada para siswa merupakan salah satu cara bagaimana para siswa merasa mereka dipercaya dan dicintai oleh sekolah. Sekolah memberikan kesempatan kepada para guru untuk mendampingi dengan memberikan pengarahan, dan support sebagai bentuk apresiasi terhadap para siswa bahwa mereka bisa melakukan sesuatu tanpa guru harus menempatkan guru sebagai pelakor utama didalamnya seperti  mengajar di depan kelas saja. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam lomba cipta alat peraga yang dilaksanakan dengan kerja sama yang apik dengan School Science Centre ini mampu menggali ide-ide cemerlang dan mengasah rasa percaya diri siswa terutama saat mereka harus presentasi dihadapan para juri. (Joshep)

Beberapa karya yang dipresentasikan dalam lomba tersebut adalah :

 

 

Back to top